Malam ke lima kembali tergolek diatas dipan yang sama dengan nya tak ada yang berbeda seperti malam malam kemarin yang ada hanya hening,sepi,dan hanya suara dengkurannya yang memecah sunyi.
Dia sibuk dengan dengkurannya dan aku sibuk dengan mata yang terbelalak besar melotot kearah langit langit kamar.
Lima malam tanpa tidur? Ntah apa yang berada dikepala ku ini akhir akhir ini sering berbicara sendiri,menangis histeris sampai marah marah tak jelas,jika sudah buntu otak pun semakin tak berfungsi lalu jari mulai mengotak atik kontak diponsel mencari cari siapa tahu ada nomer ponsel tuhan disana,aku ingin berbicara pada tuhan bertanya padanya apa yang sebenarnya dia rencanakan dibalik pertemuanku dengan sosok lelaki ini? Entah apa yang tuhan sudah siapkan untukku setelah ini? Ntah apa alasan tuhan mempertemukan ku dengan lelaki ini sampai kami menyatu dalam takdir? Oh tuhan inikah skenario indah yang kau ciptakan untukku.? Jari pun mulai keriting sedari tadi mencari cari nomer ponsel tuhan tapi ternyata memang tidak ada sama sekali.lalu untuk tahu jawaban jawaban dari semua pertanyaanku ini bagaimana?....oh tuhan..
Mungkin aku sudah mulai gila.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar