Jumat, 20 Maret 2015

pulang

Nyaris malam ini mata tak terpejam sedetik pun.hanya memandang langit langit kamar dengan benak kosong,sesekali melihat 2 makhluk adam disebelahku siapa lagi klo bukan bocah kecil yang menyibukkan ku 8bln terakhir ini dan seonggok tubuh pria yang tidur amat pulas.kuamati tiap jengkal tubuhnya bila dilihat dengan kasat mata tak ada yang berubah memang tapi bila aku melihatnya dengan nuraniku tubuh itu sungguh lain seakan tubuh itu tubuh yang tak pernah ku kenal.

Kulirik jam sudah 2.30,mata masih terbelalak.hati belum stabil,semantara besok aku akan pulang membawa keyakinan yang masih kuragukan ini.membawa secuil harapan yang sempat jatuh kejurang terjal kemarin.sulit sekali rasanya memahami kondisi ini.berhenti disini atau memilih untuk kembali merajut asa dengannya,menumbuhkan cinta menciptakan kasih menyatupadukan asa ini.

Malam berganti dini hari,masih dengan benak kosong.pagi segera menyambut siang,aku akan pulang dengannya, paasti pulang menuju rumah yang kutinggalkan beberapa waktu lalu,tempat dimana aku seharusnya berada.artinya aku memilih tuk kembali melanjutkan perjalanan ini walau dengan setengah hati.

Lirih,sayup sayup kudengar adzan subuh aku harus bersujud padanya.

''Ya raab kuserahkan pilihan ini padamu kutitipkan harapan dan keyakinan ini padamu.tuntun aku ya rabb agar tak pernah salah memilih jalan ini.ulurkan tanganmu ya raab tiap aku kehilangan arah,topang aku bila ku lelah,rangkul aku dalam sujud sujud malamku''amiinn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar