Jika berbicara soal pendidikan, aku ingin menyudahi pembicaraan itu secepat mungkin. Karena aku adalah wanita yang mencintai pendidikan namun berpendidikan minim, pendidikan terakhir hanya jenjang SMA bukan karena apa melainkan karena jodoh cepat menghampiri.
Aku punya banyak teman yang berpendidikan, berprofesi dan berpenghasilan sendiri, tak jarang salah seorang dari mereka menyindir bahkan mengejekku ''tau apa kamu tentang cerita kami, kami bercerita soal kuliah, sedangkan kamu SMA saja tidak selesai!"
Betapa kata-katanya menyayat hati, memporak-porandakan perasaan. Tapi aku tak pernah membalas bahkan aku selalu mengatur kalimat-kalimat yang hendak ku ucapkan agar aku wanita yang tidak berpendidikan ini terlihat lebih ''santun'' dari pada mereka, karena aku tidak pernah menghina orang yang sama sekali tidak pernah duduk di bangku sekolah.
Cita-citaku sejak kecil adalah menjadi dokter, namun sepertinya Tuhan tidak mengizinkan aku menjadi seorang dokter. Tuhan menghendakiku untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik. Namun tidak mengapa bagiku toh aku punya putra putri yg akan meneruskan cita-citaku.
Putri pertamaku akan menjadi dokter di masa depan. Dia akan aku sekolahkan ke jenjang paling tinggi disalah satu Universitas Negeri di Indonesia Dan aku akan bangga dan membusungkan dada saat menghadiri wisudanya kelak. Orang-orang di sekitar kami akan memanggil putriku dengan sebutan dr. Zhira dan akan segera disusul dengan sederet huruf di belakang namanya, entah itu SPA, SPOG, SPD ataupun Spesialis lainnya. Hmm...aku semakin tidak sabar menunggu pertumbuhannya.
Dan putra keduaku, putra pembawa nama keluarga kecilku akan menjadi pengusaha sukses seperti ayahnya. Pemegang saham di perusahaan industri di Sumatera ini. Menjadi pengusaha termuda di zamannya kelak. Tidak kalah penting, akan menjadi laki-laki impian semua wanita di sekitarnya. Amin ya Allah...
Ejekan, sindiran serta hinaan kujadikan semangat untukku dalam mendidik anak-anakku. Mereka akan tercengang melihat kesuksesan kedua anakku. Anak-anak yang hanya dilahirkan, diasuh dan dididik oleh wanita yang tidak berpendidikan ini. Anak-anak yang mampu menyaingi anak-anak lain yang terlahir dari wanita berpendidikan tinggi. Bahkan aku berani bermimpi, suatu saat kelak salah satu dari mereka akan mampu membawaku berdiri tepat di bawah kaki patung Liberty. Tempat yang sejak remaja ingin aku kunjungi, ingin melihat secara langsung seberapa tinggi patung tersebut.
Tidak apa jika hari ini orang di sekitarku melemparkan hinaan ke depan wajahku. Aku percaya hinaan mereka akan berbuah manis pada waktunya. Tuhan akan menjawab semua hinaan itu untukku. Tuhan akan semakin memelukku untuk selalu menjadi ibu yang tangguh untuk anak-anakku, ibu yang mampu mengantarkan anak-anak ke gerbang kesuksesan mereka masing-masing.
pict from here
Anak-anakku, cukup mama yang tidak berpendidikan. Cukup mama yang tidak sempat mereguk indahnya dunia pendidikan. Cukup mama yang dihina manusia-manusia munafik ini. Cukup mama, jangan kalian!! Genggam erat jemari mama dan berjalanlah bersama mama. Agar mama selalu punya nafas untuk mendampingi kalian mewujudkan cita-cita. Untuk membuktikan pada mereka, kalianlah penerus mama, penerus si wanita yang tidak sempat menyelesaikan SMA-nya. Untuk menjadi ladang amal mama kelak jika sudah menghadapNya, yang membuat Tuhan bergumam "Tidak sia-sia Kutitipkan dua ciptaanKu di tangan wanita hebat ini"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar