Selasa, 14 Oktober 2014

selamat ulang tahun lelakiku

30 September...
Selamat ulang tahun suami dan ayah terhebat, semoga panjang umur, murah rezeki dan sehat selalu, serta sukses disetiap usaha dan rencana, selalu menjadi suami dan ayah terhebat untuk kami. Amin.
 
 
 
kutekan tombol kirim. sebentar lagi pesanku akan sampai dan dibaca. tidak berapa lama kemudian ponselku berbunyi, aku tahu dia akan segera membalas pesanku. aku bahagia
 
Terima kasih, amin ya Allah.
 
aku membaca berulang-ulang balasan pesanku tadi, berharap ada terselip kata "sayang" di belakang kalimat-kalimatnya. ternyata tidak ada. hanya kalimat itu, entah apa kesulitan pria mengucapkan "terima kasih sayang atau terima kasih cinta". mau tidak mau aku tetap menggerutu dalam diam. tapi ya sudahlah, balasan yang mesra bukan hal penting lagi sekarang ini. yang terpenting dia tahu, dia punya istri yang hebat sepertiku #kepedean akut hahaha..
 
seperti inilah kami. seperti inilah cara kami memperingati hari spesial baik ulang tahun masing-masing ataupun ulang tahun pernikahan, yang mungkin masih merasa malu atau kaku untuk mengucapkannya langsung. bukan hanya dalam memperingati hari spesial,  menyelesaikan pertengkaran juga selalu lewat sebuah pesan. karena ketika keadaan emosi akal sehatpun tidak pernah ingin mengalah. apalagi wajahnya masih terlihat di depan mata, bukannya bertambah redam malah memancing amarah lagi.
 
mengucapkan maaf secara langsung bukan perkara mudah, itu harus melalui proses panjang yang berhubungan dengan gengsi dan harga diri. tapi sehebat apapun pertengkaran kami selalu selesai dengan satu pesan saja, cukup mengirimkan kata maaf. seolah kata maaf mempunyai magic yang sempurna untuk saling mengalah. cukup dengan satu pesan makanya semua masalah selesai. bertemu di rumah selanjutnya yaa seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
sedikit konyol memang, tapi begitulah cara sederhana kami dalam menyelesaikan masalah rumah tangga.
 
cinta kami juga unik, sama dengan pertemuan dan pernikahan kami yang mungkin bukan seperti pernikahan orang kebanyakan, yang direncanakan matang dan jauh-jauh hari. dia bukan tipe laki-laki romantis. yang ingat tanggal lahir istri, tanggal lahirnya sendiri dan tanggal pernikahan.
hanya aku yang selalu mengingatkan dia akan hari-hari spesial tersebut. setiap tanggal 30 September, aku rutin mengirimkan pesan ucapan selamat untuknya, walaupun hanya berbalas seadanya itu sudah cukup membuatku bahagia. dengan kebiasaanku selama ini, dia juga mulai mengirimiku ucapan selamat ulang tahun ditiap tanggal 13 Juni meski baru berjalan tiga tahun terakhir dan isi pesannya "mamanya anak-anak ulang tahun ya" setidaknya dia mulai belajar dan mengikuti hal-hal baik yang kulakukan. itu sudah cukup dari pada tidak sama sekali kan.
 
untuk tanggal pernikahan hanya aku yang mengingatnya, dia tidak tahu kata anniversary. mungkin mendengarnya pun tidak pernah. perbedaan usia kami cukup jauh ya tiga belas tahun, aku sangat maklum kalau dia tak mengerti hal-hal seperti itu. berbeda denganku yang terbilang masih anak kemarin sore, yang masih menginginkan hal-hal romantis, kata-kata mesra yang diselipkan di antara bisikannya atau kado-kado spesial dihari spesial.
 
aahh meski aku terkadang kecewa mendapati semuanya berjalan tidak seperti yang kuinginkan, aku tetap memujanya. memuja laki-laki yang selalu memberi yang terbaik untukku dan anak-anak. laki-laki yang selalu berusaha menyeimbangkan pola pikirnya denganku, mencoba menyesuaikan kekanak-kanakanku dengan umurnya yang sudah jauh melewati faseku. laki-laki yang selalu memberi ruang paling nyaman untuk kembali pulang. bukankah itu melebihi harga sebuah kado? bukankah itu sudah jauh melampaui makna dari sederet kalimat ucapan?
 
perlakuan lelaki terhebatku ini sudah lebih dari cukup. melebihi apa yang kuinginkan dan kuimpikan.
 
aku hanya selalu berucap dalam hati, semoga pernikahan kami yang sudah berjalan delapan tahun ini langgeng selamanya. semoga cinta kami selama delapan tahun ini semakin menjadi cinta yang kuat. semoga rasa sayang kami semakin erat agar tidak pernah ada kata berpisah dalam perjalanan pernikahan kami. Amin ya Allah.
 
 
pict from here
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar