Jumat, 24 Oktober 2014

Love You More

Hey suami yang gak romantis,

terima kasih kejutan yang sudah ketauan di awal :-)
terima kasih clutch bag-nya, aku senang dihadiahi seperti ini.
jarang memang, tetapi cukup membuatku jatuh cinta berkali-kali padamu.
 
I love you suami #kecupribuankali :p

Selasa, 14 Oktober 2014

selamat ulang tahun lelakiku

30 September...
Selamat ulang tahun suami dan ayah terhebat, semoga panjang umur, murah rezeki dan sehat selalu, serta sukses disetiap usaha dan rencana, selalu menjadi suami dan ayah terhebat untuk kami. Amin.
 
 
 
kutekan tombol kirim. sebentar lagi pesanku akan sampai dan dibaca. tidak berapa lama kemudian ponselku berbunyi, aku tahu dia akan segera membalas pesanku. aku bahagia
 
Terima kasih, amin ya Allah.
 
aku membaca berulang-ulang balasan pesanku tadi, berharap ada terselip kata "sayang" di belakang kalimat-kalimatnya. ternyata tidak ada. hanya kalimat itu, entah apa kesulitan pria mengucapkan "terima kasih sayang atau terima kasih cinta". mau tidak mau aku tetap menggerutu dalam diam. tapi ya sudahlah, balasan yang mesra bukan hal penting lagi sekarang ini. yang terpenting dia tahu, dia punya istri yang hebat sepertiku #kepedean akut hahaha..
 
seperti inilah kami. seperti inilah cara kami memperingati hari spesial baik ulang tahun masing-masing ataupun ulang tahun pernikahan, yang mungkin masih merasa malu atau kaku untuk mengucapkannya langsung. bukan hanya dalam memperingati hari spesial,  menyelesaikan pertengkaran juga selalu lewat sebuah pesan. karena ketika keadaan emosi akal sehatpun tidak pernah ingin mengalah. apalagi wajahnya masih terlihat di depan mata, bukannya bertambah redam malah memancing amarah lagi.
 
mengucapkan maaf secara langsung bukan perkara mudah, itu harus melalui proses panjang yang berhubungan dengan gengsi dan harga diri. tapi sehebat apapun pertengkaran kami selalu selesai dengan satu pesan saja, cukup mengirimkan kata maaf. seolah kata maaf mempunyai magic yang sempurna untuk saling mengalah. cukup dengan satu pesan makanya semua masalah selesai. bertemu di rumah selanjutnya yaa seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
sedikit konyol memang, tapi begitulah cara sederhana kami dalam menyelesaikan masalah rumah tangga.
 
cinta kami juga unik, sama dengan pertemuan dan pernikahan kami yang mungkin bukan seperti pernikahan orang kebanyakan, yang direncanakan matang dan jauh-jauh hari. dia bukan tipe laki-laki romantis. yang ingat tanggal lahir istri, tanggal lahirnya sendiri dan tanggal pernikahan.
hanya aku yang selalu mengingatkan dia akan hari-hari spesial tersebut. setiap tanggal 30 September, aku rutin mengirimkan pesan ucapan selamat untuknya, walaupun hanya berbalas seadanya itu sudah cukup membuatku bahagia. dengan kebiasaanku selama ini, dia juga mulai mengirimiku ucapan selamat ulang tahun ditiap tanggal 13 Juni meski baru berjalan tiga tahun terakhir dan isi pesannya "mamanya anak-anak ulang tahun ya" setidaknya dia mulai belajar dan mengikuti hal-hal baik yang kulakukan. itu sudah cukup dari pada tidak sama sekali kan.
 
untuk tanggal pernikahan hanya aku yang mengingatnya, dia tidak tahu kata anniversary. mungkin mendengarnya pun tidak pernah. perbedaan usia kami cukup jauh ya tiga belas tahun, aku sangat maklum kalau dia tak mengerti hal-hal seperti itu. berbeda denganku yang terbilang masih anak kemarin sore, yang masih menginginkan hal-hal romantis, kata-kata mesra yang diselipkan di antara bisikannya atau kado-kado spesial dihari spesial.
 
aahh meski aku terkadang kecewa mendapati semuanya berjalan tidak seperti yang kuinginkan, aku tetap memujanya. memuja laki-laki yang selalu memberi yang terbaik untukku dan anak-anak. laki-laki yang selalu berusaha menyeimbangkan pola pikirnya denganku, mencoba menyesuaikan kekanak-kanakanku dengan umurnya yang sudah jauh melewati faseku. laki-laki yang selalu memberi ruang paling nyaman untuk kembali pulang. bukankah itu melebihi harga sebuah kado? bukankah itu sudah jauh melampaui makna dari sederet kalimat ucapan?
 
perlakuan lelaki terhebatku ini sudah lebih dari cukup. melebihi apa yang kuinginkan dan kuimpikan.
 
aku hanya selalu berucap dalam hati, semoga pernikahan kami yang sudah berjalan delapan tahun ini langgeng selamanya. semoga cinta kami selama delapan tahun ini semakin menjadi cinta yang kuat. semoga rasa sayang kami semakin erat agar tidak pernah ada kata berpisah dalam perjalanan pernikahan kami. Amin ya Allah.
 
 
pict from here
 
 

Sabtu, 11 Oktober 2014

Ibu Tiri Lebih Kejam dari Ibu Kota, Kata Mereka...

Ibu tiri atau bisa juga disebut ibu pengganti adalah momok yang menakutkan untuk anak-anak, baik yang masih usia kanak-kanak maupun sudah dewasa.

Yang pertama terpikir ketika mendengar kata ibu tiri mungkin adalah kejam. Mulai dari perlakuan yang semena-mena, cara mendidik anak tiri dengan sadis atau bisa juga seperti bermuka monster.
 
Untukku sendiri juga sama, ibu tiri adalah predikat buruk terdengar di telingaku. Yaa aku seorang ibu tiri yang mengurusi dua anak bawaan dari suami. Tapi aku sangat tidak setuju dengan kalimat "tidak ada ibu tiri yang tidak kejam". Hey..aku ingin teriak "adaaaa...ini aku orangnya!!"
 
Anak-anak ini adalah korban dalam rumah tangga orang tuanya, bahasa gaulnya broken home. Mereka anak-anak yang tidak pernah mengerti kenapa orang tuanya kerap bertengkar dalam rumah di hadapan mereka dan tiba-tiba memutuskan untuk berpisah. Padahal mereka masih kecil, masih butuh kasih sayang dari keduanya. Tetapi pada saat keduanya berpisah, anak-anak tidak pernah dijadikan penghalang. Dengan mudahnya memutuskan berpisah tanpa memikirkan nasib si anak. Tidak pernah berpikir ketika si anak nantinya akan memiliki pengganti ibu dan ayahnya di rumah yang berbeda-beda.
 
Ayah tiri jarang menjadi sesuatu yang menakutkan karena selalu ada si ibu yang akan pasang badan untuk anak-anaknya. Lain hal dengan ibu tiri, ayah terkadang terlalu membela si ibu tiri walaupun perlakuannya sudah diluar batas. Aku sendiri sudah menyandang gelar ibu tiri sudah delapan tahun. Dan tidak pernah sekalipun aku "menyentuh" mereka dengan tamparan, cubitan atau sejenisnya, walau terkadang kelakuan mereka mengundang emosi tapi tetap saja aku mati-matian melawan rasa emosi. Berusaha mati-matian agar mereka tahu aku berbeda, aku bukan ibu tiri seperti kebanyakan atau seperti cerita di sinetron. Aku bukan hanya ingin "terlihat" berbeda tapi aku lebih menginginkan mereka merasakan juga bahwa aku menyayangi dan mencintai mereka.
 
Aku tahu anak-anak ini tidak menginginkan kedua orang tuanya bercerai serta ayahnya menikah lagi dengan wanita lain. Aku juga tahu mereka mempunyai hak yang sama dengan anak-anak kandungku. Mereka adalah anak-anak yang tetap butuh kasih sayang, cinta serta perhatian dari orang tuanya, dariku serta dari ayahnya. Dan sejauh ini aku tidak pernah melarang atau protes ketika mereka bermanja-manja dengan ayahnya, agar mereka tidak pernah berpikir bahwa aku adalah ibu tiri perebut ayah mereka, perebut kasih sayang ayahnya dari mereka. Dari awal aku sudah berkomitmen, kalau sudah memutuskan menikah dengan ayahnya, berarti harus siap menerim anak-anaknya. Siap merangkul mereka dan memberi mereka kasih sayang yang sama dengan anak kandungku, namun pasti ada sedikit perbedaan karena kita tidak punya takaran untuk kasih sayang ataupun perhatian.
 

''Ya Allah jadikan peranku ini sebagai ladang amal bagiku, beri aku kekuatan dan kesabaran dalam mendidik dan merangkul mereka. Jadikan aku sebagai ibu tiri yang mulia dalam mengasuh anak anak yang bukan terlahir dari rahimku...Amiiin''
 
 
 
 
photo dari sini

Kamis, 09 Oktober 2014

Anak-anakku, Penyemangat Hidupku.

Jika berbicara soal pendidikan, aku ingin menyudahi pembicaraan itu secepat mungkin. Karena aku adalah wanita yang mencintai pendidikan namun berpendidikan minim, pendidikan terakhir hanya jenjang SMA bukan karena apa melainkan karena jodoh cepat menghampiri.
 
Aku punya banyak teman yang berpendidikan,  berprofesi dan berpenghasilan sendiri, tak jarang salah seorang dari mereka menyindir bahkan mengejekku ''tau apa kamu tentang cerita kami, kami bercerita soal kuliah, sedangkan kamu SMA saja tidak selesai!"
Betapa kata-katanya menyayat hati, memporak-porandakan perasaan. Tapi aku tak pernah membalas bahkan aku selalu mengatur kalimat-kalimat yang hendak ku ucapkan agar aku wanita yang tidak berpendidikan ini terlihat lebih ''santun'' dari pada mereka, karena aku tidak pernah menghina orang yang sama sekali tidak pernah duduk di bangku sekolah.
 
Cita-citaku sejak kecil adalah menjadi dokter, namun sepertinya Tuhan tidak mengizinkan aku menjadi seorang dokter. Tuhan menghendakiku untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik. Namun tidak mengapa bagiku toh aku punya putra putri yg akan meneruskan cita-citaku.
 
Putri pertamaku akan menjadi dokter di masa depan. Dia akan aku sekolahkan ke jenjang paling tinggi disalah satu Universitas Negeri di Indonesia Dan aku akan bangga dan membusungkan dada saat menghadiri wisudanya kelak. Orang-orang di sekitar kami akan memanggil putriku dengan sebutan dr. Zhira dan akan segera disusul dengan sederet huruf di belakang namanya, entah itu SPA, SPOG, SPD ataupun Spesialis lainnya. Hmm...aku semakin tidak sabar menunggu pertumbuhannya.
 
Dan putra keduaku, putra pembawa nama keluarga kecilku akan menjadi pengusaha sukses seperti ayahnya. Pemegang saham di perusahaan industri di Sumatera ini. Menjadi pengusaha termuda di zamannya kelak. Tidak kalah penting, akan menjadi laki-laki impian semua wanita di sekitarnya. Amin ya Allah...
 
Ejekan, sindiran serta hinaan kujadikan semangat untukku dalam mendidik anak-anakku. Mereka akan tercengang melihat kesuksesan kedua anakku. Anak-anak yang hanya dilahirkan, diasuh dan dididik oleh wanita yang tidak berpendidikan ini. Anak-anak yang mampu menyaingi anak-anak lain yang terlahir dari wanita berpendidikan tinggi. Bahkan aku berani bermimpi, suatu saat kelak salah satu dari mereka akan mampu membawaku berdiri tepat di bawah kaki patung Liberty. Tempat yang sejak remaja ingin aku kunjungi, ingin melihat secara langsung seberapa tinggi patung tersebut.
 
Tidak apa jika hari ini orang di sekitarku melemparkan hinaan ke depan wajahku. Aku percaya hinaan mereka akan berbuah manis pada waktunya. Tuhan akan menjawab semua hinaan itu untukku. Tuhan akan semakin memelukku untuk selalu menjadi ibu yang tangguh untuk anak-anakku, ibu yang mampu mengantarkan anak-anak ke gerbang kesuksesan mereka masing-masing.
 
 
pict from here
 
Anak-anakku, cukup mama yang tidak berpendidikan. Cukup mama yang tidak sempat mereguk indahnya dunia pendidikan. Cukup mama yang dihina manusia-manusia munafik ini. Cukup mama, jangan kalian!! Genggam erat jemari mama dan berjalanlah bersama mama.  Agar mama selalu punya nafas untuk mendampingi kalian mewujudkan cita-cita. Untuk membuktikan pada mereka, kalianlah penerus mama, penerus si wanita yang tidak sempat menyelesaikan SMA-nya. Untuk menjadi ladang amal mama kelak jika sudah menghadapNya, yang membuat Tuhan bergumam "Tidak sia-sia Kutitipkan dua ciptaanKu di tangan wanita hebat ini"
 
 
 

Rabu, 08 Oktober 2014

Setiap hari aku harus berjibaku dengan aktifitas2 yang membosankan ini,tapi sebosan apapun tetap harus dijalani.tiap hari ditiap2 detiknya aku selalu sibuk urus ini urus itu,untuk hal ini dan hal itu terkadang urusan perut harus jadi nomor 2,kesehatan pun terbengkalai Disini dirumah sederhana ini sudeh kuhabiskan waktu 8tahun dan selama itu pula aku menjadi petugas kebersihannya karena itu aku lebih tau bagaimana detailnya tiap sudut rumah ini,bahkan aku lebih tau ketimbang sipemilik rumah sekalipun! Hidup pun berjalan normal2 saja setiap sore aku berdandan alakadarnya menunggu suami pulang,tentu saja sudah memasak membenahi rumah n memandikan anak2 sebelumnya.kehidupan kami terlihat sempurna istri sepenuhnya dirumah suami bekerja! Aku terlihat bahagia,bahkan bahagia sekali.tentu saja rekeningku semakin gendut,tiap saat bisa beli apa saja yg kuinginkan dan bila ingin pergi kemanapun selalu ada mobil yg siap mengantar dan menjemput tentu saja dengan supir pribadi! Bahkan untuk perjalanan dekat yg bisa ditempuh oleh motor aku tetap mengandalkan supir,bukan karena gengsi atau apapun,melainkan karena aku memang tdk bs mengendarai motor!...hahahaha zaman modren seperti ini tidak bisa bawa motor?? Hellloooo..dunia sedang mengejekku!! Dan dgn lantang kujawab,biarlah disini aku adalah nyonya besar,elakku cepat!! Sebenarnya aku mulai tdk nyaman atau mungkin bosan dengan semua ini,aku ingin bebas,aku ingin bangun jam 10pagi,aku ingin tidak masak hari ini,aku ingin berlama2 depan TV menonton sinetron terbaru,aku ingin bebas berpendapat bebas mngajukan apa saja yang terselip dihati dan pastinya bebas untuk menyetir mobil pazero sport impianku..wkwkwkwk.. Ntah sampai kapan perjalanan ini seprti ini hanya mengangguk pelan ketika mereka berkata ''kamu harus seperti ini,harus begini'' tanpa pernah ada tanya maukah atau mampukah aku sebelumnya! Tidak ada yang salah memang toh aku hanya penumpang disini,bukankah penumpang harus ikut kemana nakhoda berrlayar? Tapi kembali rasa ingin bebas ini meronta2 ingin keluar.aku terkadang merasa seperti berada dalam sangkar emas,seperti burung dalam sangkar emas tepatnya!(Dramatis sekali,sudah seperti syair lagu saja,hahahaha) Terkadang aku menghibur diri sendiri,atau mengajak diri untuk menikmati tiap detik tiap hembusan nafas dalam sangkar emas ini..tp sampai kapan? Sementara rasa ingin bebas sudah menggebu2 tuk dibebaskan,sampai kapan Tuhan,tanyaku pada tuhan,tapi tuhan masih tetap diam saja..baiklah biarkan aku sendiri yg menjawab''sampai waktu yg belum ditentukan oleh Tuhan''hari ini kupandangi tiap sudut ruangan ini langsung mataku menangkap satu sudut,hari pertama aku masuk kerumah ini sudut itu masih kosong tp hari ini,disana sudah ada satu vas bunga yg berdiri indah dgn warnawarninya namun sedikit kusam ditutupi oleh abu,kuseka! Agar warnawarniny kembali carah! Kembali mataku menangkapp dinding yg warna catnya mulai kusam ada lukisan disana,dulu sebelum aku ada dinding itu kosong!Rumah sederhana ini ku dekorasi semauku kubuat indah kubuat nyaman dgn caraku..Namun itu tak berarti apapun,kembali rasa ingin bebas ini bertanya''ini rumah atau penjara sih?''Lalu aku mengajak rasa ini berdamai untuk menerima bahwa ini adalah rumah kami,tempat kami pulang! Kujelaskan padanya bahwa dirumah ini aku belajar banyak hal,tentang semua perjalanan hidup,karena itu rumah ini harus nyaman buatku,buat kami buat kita..HARUS...! Hei rasa ingin bebas rumah ini Indah sebenarnya,indah karena dia sudah melindungi kita selama 8tahun,nyaman atau tidak ini adalah tumah kita,tempat kita memang disini..disini masih banyak tugas yg harus kita selesaikan,bersabarlah! Karena tadi malam Tuhan mengirim pesan singkat padaku,isinya''bersabarlah dan tetap lakukan yang terbaik untuk tugas2mu,sampai aku berkata ''tugasmu selesai hari ini,maka kau akan bebas....

Jumat, 03 Oktober 2014

Lagu Kenangan

Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
Tak bisa kutahan lagi angin
Untuk semua kenangan yang berlalu
Hembuskan sepi merobek hati
Meski raga ini tak lagi milikmu
Namun didalam hatiku sungguh engkau hidup
Entah sampai kapanKutahankan rasa cinta ini
Dan kuberharap semua iniBukanlah kekeliruan seperti yang kukira
Seumur hidupkuAkan menjadi doa untukmu
Andai saja waktu bisa terulang kembali
Akan kuserahkan hidupku ini disisimu
Namun ku tau itu takkan mungkin terjadi
Rasa ini menyiksaku sungguh-sungguh menyiksaku
Jauh dilubuk hatiku
Kau masih kekasihku

 
Lirik lagu Naff ini begitu menyayat hati, matapun masi saja berkaca-kaca kalau mendengarnya. setiap mendengar lagu ini, aku merasa setiap bait kata-katanya ditujukan kepadaku, dinyanyikan untukku..
 
terkadang aku berharap kalau lagu ini sudah menghilang, sudah tak terdengar di belahan dunia manapun. karena setiap kali aku mendengar liriknya, aku selalu terlempar ke masa delapan tahun lalu. selalu membuat jantung berdetak cepat dan otakpun dipaksa kembali memutar memori lama tersebut. dan lagu ini akan selalu menjadi alarm pengingat bahwa Kau Masih Kekasihku.