Kamis, 25 September 2014

Jangan Pernah Kembali!

saat kuputuskan untuk pergi, apa usahamu untuk menghentikanku? tidak ada bukan?
padahal aku berharap kau tetap menggenggam jemariku atau mengulurkan sebelah tanganmu kearahku. lalu untuk apa kau hadir lagi? sementara kehadiranmu seolah membuat luka lamaku kembali menganga lebar membuatnya berdarah lagi.
lalu mengapa kau menyalahkanku dengan semua yang sudah terjadi?
kau hanya berbicara bagaimana sakitmu, tapi apa kau pernah bertanya seperti apa sakit yang  kualami? yang kau tahu aku berkhianat pergi meninggalkanmu. padahal tidak! kau yg membuat aku pergi dan kini Tuhan sudah menghadirkan seseorang untukku..
aku mohon, jangan paksa aku untuk pulang kepadamu. aku sudah memilih dan takdirku di sini bersamanya, bukan denganmu.
kau terlambat! terlambat untuk kembali, lagi.
karena sudah tidak ada lagi kisah untuk kau dan aku, menjadi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar